Menurut Winardi (1991, 220) definisi ramalan penjualan adalah Suatu
Perkiraan tentang penjualan selama sebuah periode masa yang akan datang, yang
ditetapkan perkiraan mana dikaitkan dengan sebuah rencana pemasaran yang
disusulkan, dan yang berisikan sejumlah kekuatan-¬kekuatan yang tidak dikuasai
serta kekuatan-kekuatan kompetitif.
Peramalan (forecasting) : adalah seni dan ilmu memprediksi
peristiwa-peristiwa yang akan terjadi dengan menggunakan data historis dan
memproyeksikannya ke masa depan dengan beberapa bentuk model matematis.
Peramalan
dapat dilakukan dengan beberapa metode, diantaranya :
1. Metode
Kuantitatif
a.
Metode
Peramalan Kuantitatif dapat
dikelompokkan menjadi tiga jenis model, yaitu :
1) Model
seri waktu / metode deret berkala (time series)
metode yang dipergunakan untuk menganalisis serangkaian data yang
merupakan fungsi dari waktu,
2) Model
/ metode kausal (causal/explanatory model), mengasumsikan variabel yang
diramalkan menunjukkan adanya hubungan sebab akibat dengan satu atau beberapa
variabel bebas (independent variable).
3)
Model
/ metode kausal (causal/explanatory model)
Merupakan
metode peramalan yang didasarkan kepada hubungan antara variabel yang
diperkirakan dengan variabel alin yang mempengaruhinya tetapi buakn waktu.
Dalam menyusun ramalan pada dasarnya ada 2 macam analisis
yang dapat digunakan yaitu :
1) Analisi
deret waktu(Time series), merupakan analisis antara variabel yang dicari dengan
variabel waktu
2) Analisis
Cross Section atau sebab akibat (Causal method), merupakan analisis variabel
yang dicari dengan variabel bebas atau yang mempengaruhi.
Ada dua pendekatan untuk melakukan peramalan dengan
menggunakan analisis deret waktu dengan metode regresi sederhana yaitu :
1)
Analisis
deret waktu untuk regresi sederhana linier
2)
Analisis
deret untuk regresi sederhana yang non linier
2.
Metode Kualitatif
Metode kualitatif umumnya bersifat subjektif, dipengaruhi
oleh intuisi, emosi, pendidikan dan pengalaman seseorang. Oleh karena itu hasil
peramalan dari satu orang dengan orang lain dapat berbeda. Meskipun demikian,
peramalan kualitatif dapat menggunakan teknik/metode peramalan, yaitu :
a. Juri
dari Opini Eksekutif : metode ini mengambil opini atau pendapat dari sekelompok
kecil manajer puncak/top manager (pemasaran, produksi, teknik, keuangan dan
logistik), yang seringkali dikombinasikan dengan model-model statistik.
b. Gabungan
Tenaga Penjualan : setiap tenaga penjual meramalkan tingkat penjualan di
daerahnya, yang kemudian digabung pada tingkat provinsi dan nasional untuk
mencapai ramalan secara menyeluruh.
c. Metode
Delphi : dalam metode ini serangkaian kuesioner disebarkan kepada responden,
jawabannya kemudian diringkas dan diberikan kepada para ahli untuk dibuat
peramalannya. Metode memakan waktu dan melibatkan banyak pihak, yaitu para staf,
yang membuat kuesioner, mengirim, merangkum hasilnya untuk dipakai para ahli
dalam menganalisisnya. Keuntungan metode ini hasilnya lebih akurat dan lebih
profesional sehingga hasil peramalan diharapkan mendekati aktualnya.
d. Survai Pasar (market survey) : Masukan diperoleh dari konsumen atau konsumen potensial
terhadap rencana pembelian pada periode yang diamati. Survai dapat dilakukan
dengan kuesioner, telepon, atau wawancara langsung.
Tujuan
Ramalan Penjualan
Ramalan penjualan
dibuatdengan tujuan agar dapat mengetahui kuota dan anggaran penjualan serta
memperkirakan potesi pasar dimasa yang akan datang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar